Senin, 07 Juni 2010

Rumah tangga Muhammad dan Khadijah

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia yang menciptakan pasangan-pasangan untukmu dan jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasakan tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfiki.” (ar-Rûm [30]: 20)
Walimahtulusri dilaksanakan, dua ekor unta besar disembelih untuk keperluan pesta. Dagingnya dibagi-bagikan kepada keluarga, kawan-kawan dan fakir miskin. Kedua pengantin pun sangat bahagia, Khadijah sadar bahwa tentang apa yang di dengar tentag Muhammad tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dia saksikan sendiri.
Muhammad selalu bersifat sabar dan tabah. Ia juga jujur. Tidak pernah ia menolak membanru orang-orang yang membutuhkan bantuan. Ia bersedekah tanpa takut hartanya akan habis.
Muhammad juga rendah hati. Jika, Muhammad memiliki pembantu, ia justru menolong mereka dalam tugas-tugas yang mereka lakukan. Tidak ada pembantu yang dibebani dengan kerja berlebihan diluar batas kemampuan. Muhammad juga berperan penting dalam urusan bisnis dan perdagangannya, sebagian besar waktunya dicurahkan untuk menjalankan usaha dagang yang telah dirintis sekian lama oleh istrinya. Ia selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh.
Ia juga selalu bermusyawarah dengan istrinya dalam urusan-urusan yang ia tangani bersama. Ia juga pendengar yang baik dan suami yang perhatian. Tidak pernah ia mengecewakan dan menolak permintaan Khadijah.
Khadijah tentu sangat bahagia dengan pernikahannya. Ia tidak lagi mengurus usaha dagangnya semua diserahkannya kepada Muhammad. Perhatian Khadijah semua dipusatkan pada bagaimana melayani dan mencintai suaminya serta menangani urusan-urusan rumah tangga.
Muhammad dan Khadijah menikmati hidup rumah tangga yang bahagia. Mereka adalah pasangan yanga saling melengkapi. Sebagai seorang pemuda yang tengah berada di puncak kekuatan fisiknya, Muhammad mengambil alih semua urusan dan pekejaan yang melelahkan. Khadijah mengimbanginya dengan cinta dan kasih sayang.
Muhammad bukanlah orang yang gampang dipuaskan dengan kenikmatan-kenikmatan material dan finansial. Ia mencoba untuk menjelajahi dunia spiritual dan berpikir tentang penciptaan alam semesta. Kepada Khadijah, Muhammad meminta izin untuk menyendiri, merenung dan memperhatikan keagungan Tuhan serta keindahan ciptaan-Nya. Muhammad ingin menjauhi syirik dan dan gaya hidup permisif yang saat itu menyebar luas di Mekah. Karena itu ia memilih Gua Hira sebagai tempatnya untuk menyendiri.
Khadijah tidak terkejut dengan permintaan itu. Ia telah memahami kehidupan dan akhlak Muhammad jauh hari sebelum memutuskan untuk menikah dengannya. Khadijah tahu bahwa Muhammad sangat membenci perbuatan penyembaha, bersujud atau mempersembahkan kurban kepada berhala.
Uzlah yang dilakukan Muhammad di Gua Hira, ia ingin menghindari dari hedonisme dan gaya hidup mewah di masyarakat Mekah saat itu. Di tengah suasana di padang pasir yang damai dan hening, Muhammad dapat merenungg dan berpikir tentang penciptaan alam semesta. Keputusan Muhammad menarik diri dari keramaian itu menjadikan Khadijah teringat pada pengalaman sepupunya, Waraqah ibnu Naufal, yang bersama tiga orang kawannya mencoba menghindari tradisi penyembahan berhala dan berusaha untuk mencari agama Ibrahim. Khadijah kembali merenungkan segala yang didengar atau dialaminya sendiri tentang Muhammad. Maysarah pernah bercerita kepadanya tentang ramalan kenabian Muhammad. Ia berpikir, apakah keputusan Muhammad untuk mengasingkan diri ini merupakan bentuk persiapan sebelum menerima risalah dari langit? Pikira-pikiran itu membuat Khadijah bisa memahami dengan baik niat suaminya untuk beruzlah di Gua Hira.
Di sisi lain, Khadijah sebenarnya menginginkan bahwa suaminya, Muhammad, berada di sisinya. Ia merasa bahwa setelah sebelumnya bertahun-tahun hidup sendiri, Muhammadlah yang menjadikannya hidup bahagia. Tetapi Khadijah juga adalah wanita yang matang dan berpikiran panjang. Ia merasa hadirnya sebuah kekuatan spiritual yang membuat Muhammad mampu melampaui fenomena-fenomena lahiriah. Kekuatan itu pula yang melindungi dan menghindarkan Muhammad dari perbuatan-perbuatan yang tercela, serta tradisi-tradisi buruk yang mewabah di masyarakat Mekah. Khadijah sadar bahwa kekuatan spiritual yang telah membimbing Muhammad itu tidak akan menipunya. Karena itu, ia memutuskan untuk segera menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan suaminya selama melakukan uzlah di Gua Hira.
Sebulan lamanya ia meninggalkan Khadijah, tenggelam dalam perenungan dan ibadah. Ketika kembali ke Mekah, hal yang pertam yang dilakukanya adalah thawaf mengelilingi Ka’ba. Baru setelah itu, ia pulang kerumah dan di sambut dengan penuh kegembiraan oleh Khadijah. Betapa panjang rasanya sebulan ditnggal suami tercinta. Dan, kini tuntaslah semua kerinduan itu.
Sebelum kedatangan Muhammad, Khadijah didatangi oleh Halimah binti Abi Dzuayb as-Sa’diyah, seorang wanita yang pernah mengasuh Muhammad pada masa kecilnya. Khadijah menerima tamu terhormat itu dengan penuh penghargaan. Muhammad sendiri kaget begitu masuk rumah menemukan Halimah, ibu asuhnya berada di sana.
Halimah begitu terharu dan gembira, bertemu dengan anak yang pernah diasuhnya. Keduanya berbicara panjang tentang kenangan masa lalu, ketika Muhammad kecil berada di dusun bani Sa’d, di asuh dan hidup bersama keluarga Halimah.
Selama tinggal di rumah Muhammad, Halimah menjadi tamu kehormatan. Ia bercerita, tentang dusunnya yang ditimpa kemarau panjang. Tanaman-tanaman rusak dan hewan-hewan ternak mati. Mendengar berita itu, Muhammad dan Khadijah turut bersedih. Mereka kenudian membekali Halimah dengan hadiah besar berupa seekor unta dan empat puluh ekor kambing untuk dibawa ke dusunnya.
Begitulah kehidupan suami-istri ini. Dari hari ke hari, kebahagian di hati Khadijah terus bertambah. Muhammad merupakan suami yang ideal, yang selalu memperlakukan istrinya dengan santun dalam setiap kesempatan.

Yaa Allah, jadika rumah tangga ku nanty seperti Ummi Khadijah dan nabi Muhammad saw
yang selalu bahagia, amin
KHADIJAH The True Love Story of Muhammad

0 komentar:

Posting Komentar