Senin, 29 Maret 2010

Wanita Karir

Jika selama ini ada anggapan yang menyebutkan wanita karir susah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga ada baiknya mulai berpikir lagi. Ilmuwan di Inggris menyebutkan berkutat dengan karir, menjadi istri sekaligus ibu akan membuat wanita tetap sehat.
Dalam sebuah penelitian terhadap wanita Inggris yang lahir pada 1946, ilmuwan menemukan mereka yang memiliki sejumlah peran, seperti sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, atau menjadi single parent sambil bekerja cenderung memiliki kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dibanding mereka yang melulu hanya sebagai ibu rumah tangga.

Wanita yang memiliki satu peran saja dalam kehidupannya misalnya hanya menjadi ibu rumah tangga atau wanita berkerja yang tetap melajang umumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup nyata setelah mencapai usia paruh baya.
"Dalam laporan tersebut tertulis wanita yang memiliki dua atau lebih peran dalam kurun waktu yang cukup lama memiliki kondisi kesehatannya tetap baik pada saat ia mencapai usia 54 tahun," kata Dr Anne McMunn dari University College, London.
"Wanita karir cenderung memiliki kondisi kesehatan yang umumnya baik karena mereka mengkombinasikan karir dan keluarga dalam menjalani kehidupan," tambah McMunn.
McMunn dan tim menganalisa laporan kesehatan dari 2000 wanita dalam kisaran usia 26 hingga 54 tahun serta kaitan dengan berat badan. Selain juga melibatkan informasi mengenai status pernikahan, masa kerja serta jumlah anak-anak yang mereka miliki, yang semuanya dimuat dalam jurnal Epidemiology dan Community Health.
Para peneliti menemukan wanita yang hanya melakukan peran sebagai ibu rumah tangga sebagian besar dari hidupnya memiliki kondisi kesehatan yang jauh dari standar sehat, diikuti oleh ibu yang hanya berperan sebagai orang tua tunggal dan yang terakhir adalah mereka yang tidak memiliki anak atau tetap melajang.
Ibu rumah tangga cenderung memiliki kelebihan berat badan lebih cepat dengan tingkat obesitas rata-rata yang paling tinggi sekitar 38 persen, sementara wanita yang berperan sebagai istri, ibu dan berkarir sedikit sekali yang mengalami kelebihan berat badan.
McMunn mengatakan sebenarnya telah diketahui cukup lama bahwa wanita yang menggabungkan beberapa peran dalam hidupnya yaitu karir dan bekeluarga memiliki kondisi kesehatan yang baik. Namun masih belum jelas apakah mereka bekerja dan bekeluarga karena sehat atau mereka sehat karena menggabungkan peran sebagai istri, ibu dan sekaligus berkarir. Dan studi ini adalah yang pertama dan masih akan terus berlanjut untuk mengetahui yang mana lebih berperan.
"Bisa jadi ada keuntungan atau manfaat besar yang diberikan bagi kesehatan untuk jangka waktu panjang dengan kemampuan berperan di berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat," jelas McMunn.

Maaf dan Memaafkan

Sering kali kita berbuat salah, apakah sering kali juga kita meminta maaf? Yang benar-benar maaf dari hati dan apakah kita benar-benar memaafkan dengan ikhlas? Di satu sisi, orang yang melakukan kesalahan dan tak di dorong untuk meminta maaf bis amenjadi teriasa berbuat salah atau bahkan menjadi sosok yang zalim, semena-mena berbuat salah. Padahal, tidak ada kezaliman kecuali Allah benci dan Allah sediakan azab bagi pelakunnya (QS 42:42).

Meminta maaf lah selagi masi hidup. Banyak kesalahan yang kita sadari atau pun tidak, kalaupun kesalahan itu terjadi juga, bersegara mohon ampun pada Allah, beristigfar bertaubat adalah langkah terbaik yang bahkan menjadi salah satu orang mukmin ; Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alla, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa meraka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain pada Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu, sednga mereka megetahui (QS Ali Imran 135).

Namun, bila kesalahan itu berkaitan dengan orang lain, tak ada cara lain dilakukan kecuali langsung meminta maaf, demi menuntaskan persoalan di dunia. Tapi harus ada kesungguhan dalam kata dan perbuatan yang menunjukan bahwa kita menyesali kesalahan yang telah diperbuat. Misalnya menjaga silaturahmi, bersikap lebih ramah dan banyak lagi hal-hal yang menunjukan bahwa kita layak untuk dimaafakan sekaligus membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh inggin memperbaikai hubungan

Memaafkan merupakan bagian hidup yang bahagia

Ketika mengalami kekesalan, kemarahan, ketersinggungan atas kesalahan atau atau kejahatan pihak lain. Ada dua situasi bisa diambil oleh pihak yang merasa marah. Membalas kejahatan itu, atau memaafkan .

Cara pandang yang berbeda, yang selalu positif dan keyakinan yang tinggi kepada Allah Swt, bisa membuat proses memaafkan jauh lebih mudah. Sebab, ketiak seorang mukmin menyakini bahwa semua kebaikan dalah dari Allah dan tidak ada yang bisa merampasnya dari kita kecuali dengan izinNya, maka tidak ada alasan kita merasa dirugukan lewat sebuah perilaku orang lain yang “menyinggung” diri secara pribadi.

Jadi tidak ada salahnya kalau kita saling meminta maaf dan memaafkan, itu akan menjadi lebih baik untuk kehidupan bersama.

Pekerja Anak di BAwah Umur

Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang kecil atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan.

Di beberapa negara, hal ini dianggap tidak baik bila seorang anak di bawah umur tertentu, tidak termasuk pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan sekolah. Seorang 'bos' dilarang untuk mempekerjakan anak di bawah umur, namun umum minimumnya tergantung dari peraturan negara tersebut.

Meskipun ada beberapa anak yang mengatakan dia ingin bekerja (karena bayarannya yang menarik atau karena anak tersebut tidak suka sekolah), hal tersebut tetap merupakan hal yang tidak diinginkan karena tidak menjamin masa depan anak tersebut. Namun beberapa kelompok hak pemuda merasa bahwa pelarangan kerja di bawah umur tertentu melanggar hak manusia.

Penggunaan anak kecil sebagai pekerja sekarang ini dianggap oleh negara-negara kaya sebagai pelanggaran hak manusia, dan melarangnya, tetapi negara miskin mungkin masih mengijinkan karena keluarga seringkali bergantung pada pekerjaan anaknya untuk bertahan hidup dan kadangkala merupakan satu-satunya sumber pendapatan.


Fatwa Rokok dari Muhammadiyah

Apa yang salah dengan fatwa haram yang dikeluarkan Muhammadiyah berkaitan dengan merokok? Adanya donasi yang diberikan Yayasan Michael Bloomberg membuat orang bertanya apakah fatwa itu murni untuk kebaikan umat ataukah ada pesanan dari pemberi donasi.

Pihak Muhammadiyah mengaku menerima donasi Rp 3,7 miliar dari Yayasan Michael Booolberg untuk kampanye antirokok di Indonesia. Namun mereka menyangkal bahwa penetapan fatwa rokok didasarkan oleh pemberian donasi tersebut.

Penyangkalan memang bisa saja disampaikan, namun sulit untuk menerima bahwa tidak ada hubungan antara pemberian donasi dengan penetapan fatwa. Apalagi donasi dari Yayasan Michael Bloomberg secara khusus ditujukan bagi kampanye antirokok di Indonesia.

Ini tentunya pelajaran berharga bagi Muhammadiyah. Sebagai organisasi masyarakat berbasis keagamaan betapa pentingnya arti sebuah kepercayaan. Apalagi ketika hendak mengeluarkan sebuah aturan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat banyak.

Dalam konteks Indonesia, isu rokok tidak bisa dilihat secara sederhana. Sebab ini berkaitan dengan kehidupan begitu banyak petani tembakaU dan masyarakat yang bekerja di industri rokok.

Memang ada faktor kesehatan yang harus diperhatikan dan biaya kesehatan yang begitu mahal harus kita keluarkan untuk menangani penyakit akibat merokok, apabila pembatasan tidak dilakukan. Namun penyelesaian persoalan tidak boleh dilakukan dengan menimbulkan persoalan yang baru.

Dalam konteks inilah maka penyelesaian persoalan rokok harus dilakukan secara lebih komprehensif. Terutama pemerintah harus memikirkan terlebih dahulu petani tembakau yang jumlahnya besar. Sebab bertani tembakau merupakan kegiatan yang sudah berlangsung turun temurun dan kebanyakan lahan yang mereka miliki hanya cocok untuk tanaman tembakau.

Bisa saja memang dicarikan alternatif tanaman yang bisa memberikan pendapatan seperti halnya tembakau. Namun itu tidak bisa sekali jadi. Kalau pun ditemukan tanaman yang bisa memberikan pendapatan yang minimal sama dengan tembakau, pemerintah harus mengajari petani untuk mengganti tanamannya tersebut.

Proses pergantian tanaman membutuhkan waktu sedikitnya tiga tahun. Sepanjang waktu itu pemerintah bukan hanya berkewajiban untuk mendampingi, tetapi memberikan kompensasi atas pendapatannya yang hilang akibat berhenti menanam tembakau.

Mengapa pemerintah harus bertanggung jawab? Pertama, karena pergantian tanaman bukanlah keinginan petani. Kedua, pemerintah tidak bisa membiarkan para petani tembakau kehilangan mata pencaharian, karena kalau itu yang terjadi akan menimbulkan ledakan pengangguran yang tinggi.

Itu belum kita memikirkan nasib jutaan pekerja yang hidup di industri rokok. Para pemilik industri rokok bisa menggantikan tenaga kerja manusia dengan mesin. Mereka pasti bisa bertahan dengan menggeser produknya ke pasar internasional. Namun terutama buruh rokok merupakan orang-orang dengan keterampilan yang terbatas dan tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Aspek sosial inilah yang harus menjadi perhatian kita saat hendak menangani persoalan rokok. Kita tidak bisa hanya ikut kampanye global antirokok, tanpa harus memahami persoalan mendasar yang dihadapi bangsa ini.

Kita harus akui gerakan global antirokok berlangsung luar biasa. Jutaan dollar dana disediakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar paham akan bahaya merokok. Mereka mempunyai kemampuan untuk menembus kelompok-kelompok masyarakat yang dinilai bisa mendukung keberhasilan mereka.

Namun sekali lagi, penyelesaian persoalan Indonesia dengan menggunakan kaca mata global akan menyesatkan. Sekarang ini kita mulai melihat perlawanan dari daerah, khususnya dari para petani tembakau. Mereka tidak tinggal diam saat masa depan mereka diganggu.

Lalu bagaimana mencari cara penyelesaian yang terbaik? Tidak bisa lain kecuali mengundang semua pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mencarikan solusi yang bersama. Para pemangku kepentingan itu mulai dari pemerintah yang terdiri dari Kementerian Kesehatan, Perindustrian, Pertanian, dan Keuangan, kelompok masyarakat antirokok, petani tembakau, buruh pabrik, dan industri rokok.

Pertemuan para pemangku kepentingan akan memutuskan seperti apa kita akan menangani isu rokok. Kalau akan akan pembatasan peredaran rokok seperti apa penjadwalannya. Pada masa itu bagaimana kemudian kita mengeliminir dampak negatif dalam penerapan kesepakatan tersebut.

Pemaksaan kehendak jelas bukan solusi terbaik. Hal itu justru akan membuat semua pihak mengambil ancang-ancang untuk berseberangan dan akhirnya hanya sekadar saling serang. Di tengah situasi masyarakat yang sedang cair, itu hanya akan menimbulkan persoalan sosial yang baru.

Minggu, 28 Maret 2010

anak jalanan

Seorang anak jalanan yang mencari uang dijalan, mengamen, meminta-minta, memohon belas kasih. Untuk melanjutkan hidupnya. Di usianya yang masih sangat muda dan tubuhnya yang kecil badanya yang kurus pakainya yang kotor dan kumal, penampilanya yang sangat compang-camping, sungguh sangat membuat orang yang melihatnya merasa iba dia harus berjuang keras untuk hidup dalam dunia yang penuh dengan kepahitan, tanpa merasakan hangatnya di kelilingi keluarga, aku sangat merasa iba padanya. Pedih hati saat sesekali melihatnya di jalan, menyanyikan syair–syair lagu dan pasir yang dimasukkan kedalam bekas botol minum mineral di genggaman tangannya, di gerak-gerakkan ke atas ke bawah sehingga menghasilkan suara, khas musik anak jalanan. Dengan di payungi oleh teriknya matahari, di saat usianya yang harus merasakan pendidikan, tapi tidak dia rasakan karena terenggut oleh kehidupannya yang keras. Dia adalah makhluk kecil yang kuat tak pernah aku melihat raut mukanya yang sedih, walaupun kehiduppan yang ia jalani sangatlah keras baginya, dia selalu ceria. Di bangding dengan kehidupan ku, yang sangatlah juah dari kehidupannya, aku dipenuhi oleh kasih sayang keluarga ku dan metari yang kecukupan, tapi terkdang aku suka mengeluh tanpa ada rasa sedikit pun bersyukur. Tetapi ia tidak pernah mengeluh akan hidupnya dia tetap bahagia. Dan ai tetap berlari-lari dengan menarik garis bibir ke atas menggambarkan kebahagian dalam hidupnya dan tawa riang yang selalau ai berikan di tengah-tengah keramian kota. Dia niak turun dari satu angkutan ke angkutan yang lainnya, untuk mencari belas kasih dari para penumpang walaupun terkadang tidak ada dari satu penumpang pun memberikan sedikit uang padanya sebagai imbalan menyanyi, tapi dia tidak pernah mengeluh, meskipun uang yang ia dapat tidak cukup, hanya untuk membeli sesuap nasi untuk perutnya yang kurus. Ku tahu dia, yang selalu membiri inspirasi kehidupan untuk ku, yang membuta ku selalu kuat dalam menjalani hidup ku yang memang tidak sekeras hidupnya. Kini dia membuat ku lebih mengerti arti untuk hidup.